PENTINGNYA WAWASAN KEMARITIMAN

 

Laut Kita Luas, Tapi Wawasannya Cekak

Jujur deh, Kita Tuh Negara Laut Atau Negara Darat?

Lo pernah mikir nggak sih… Indonesia itu lautnya jauh lebih gede daripada daratannya. Beneran lho. Sekitar 70% wilayah kita itu air. Laut. Samudra. Tapi coba lo tanya ke orang sekitar: “Wawasan kemaritiman itu apa sih?” Pasti banyak yang langsung nge-blank. Padahal ya, ini bukan cuma soal kapal dan nelayan. Ini soal jati diri bangsa. Soal masa depan kita. Tapi kenapa ya, kesannya kayak pelajaran tambahan doang yang nggak penting?

Anak Sekolah Tahu Gunung, Tapi Gak Tahu Pulau Kecil

Gue pernah nanya ke temen gue, “Lo tau nggak Indonesia punya berapa ribu pulau?” Dia jawab, “Hmm… 200?” Gue cuma bisa tepuk jidat. Padahal kita punya lebih dari 17 ribu pulau. Tapi yang terkenal ya paling Bali, Jawa, Sumatra, Kalimantan. Sisanya? Banyak yang gak keurus. Banyak anak muda yang ngerti puncak gunung ini-itu, tapi gak tahu soal ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang penting buat jalur perdagangan dunia. Lah gimana dong?

Laut Cuma Jadi Tempat Liburan

Ini ngeselin sih. Laut di Indonesia tuh dijadiin objek wisata doang. Tempat healing, tempat foto-foto, snorkeling, diving. Gak salah sih. Tapi coba liat lebih dalem: laut kita tuh sumber pangan, sumber energi, jalur logistik, bahkan penentu kedaulatan. Tapi ya... karena wawasannya tipis, kita cuma liat laut sebagai tempat main, bukan tempat perjuangan.

Masalah Laut Itu Banyak, Tapi Gak Terangkat

Contohnya ya kayak:

  • Illegal fishing: kapal asing nyolong ikan, nelayan lokal cuma bisa gigit jari.

  • Pencemaran laut: limbah industri, plastik, tumpahan minyak... semua nyampah ke laut, padahal laut yang ngasih makan.

  • Reklamasi dan rusaknya ekosistem pesisir: mangrove ditebang, terumbu karang diledakin.

  • Pulau-pulau terluar yang terabaikan: padahal itu benteng negara, tapi listrik aja gak nyala.

Dan masyarakat kita masih banyak yang cuek. Karena gak ngerti. Karena wawasan kemaritiman belum jadi hal yang dianggap penting. Padahal kalau dibiarin, yang rugi kita semua.

Jati Diri Bangsa Maritim Malah Luntur

Dulu bangsa kita itu pelaut. Laskar laut, pedagang antar pulau, penjelajah samudra. Tapi sekarang? Kita lebih hafal jalur KRL daripada jalur pelayaran. Lebih ngerti soal gunung api daripada potensi kelautan. Nenek moyang kita pelaut, katanya. Tapi kita sendiri... malah lupa cara hormatin laut.

Kurangnya Pendidikan dan Literasi Maritim

Di sekolah, wawasan kemaritiman itu kayak topik numpang lewat. Jarang ada pembelajaran yang bener-bener dalemin ini. Bahkan banyak guru yang juga belum paham pentingnya laut dalam konteks geopolitik, ekonomi biru, atau budaya pesisir. Akhirnya, dari kecil kita gak diajarin buat bangga jadi bangsa laut.

Gak Cuma Soal Ikan, Ini Soal Kedaulatan

Laut kita bukan cuma tempat nangkep ikan. Tapi juga soal:

  • Batas negara

  • Kedaulatan wilayah

  • Pertahanan nasional

  • Energi terbarukan dari laut

  • Carbon sink (penyerap emisi karbon)

  • Aset strategis dunia

Lo bayangin aja: kalau kita gak punya wawasan kemaritiman yang kuat, bisa-bisa laut kita dijarah, direbut, atau malah dijual perlahan-lahan tanpa kita sadar.


Kita Butuh Melek Maritim, Segera

Gue sih cuma mau bilang: kita ini kaya banget dari laut. Tapi kalau kita sendiri gak punya wawasan, ya udah... bakal diambil sama yang lebih ngerti. Bangsa maritim itu bukan cuma soal lokasi, tapi soal mentalitas. Cara mikir. Cara ngerti dunia.

Wawasan kemaritiman tuh bukan pelengkap, tapi pondasi. Kalau generasi muda gak ngerti soal laut, ya siap-siap jadi penonton doang. Padahal kita bisa banget jadi pemain utama.

Jadi ya... yuk ah, mulai dari sekarang, kita belajar bareng. Pelan-pelan. Gak harus jadi pakar. Tapi setidaknya, sadar bahwa laut itu hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASYARAKAT MARITIM

TANTANGAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM

NEGARA DOMINAN LAUT KOK NELAYANYA MISKIN? SALAH SIAPA?